- Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Provinsi D.I. Yogyakarta -
Google
 

Musda LPJKD Prov. DI Yogyakarta Tahun 2008

Bertempat di Gedung Radiyo Suyoso Kompleks Kepatihan Pemda Prop. DI Yogyakarta, pada tanggal 27 Maret 2008 telah terlaksana MUSDA LPJKD Prop. DI Yogyakarta dengan dihadiri oleh semua unsur masyarakat jasa konstruksi di DI Yogyakarta dan di saksikan oleh Dewan Pengurus LPJKN.

Dalam MUSDA tersebut antara lain memutuskan tentang terpilihnya 11 orang sebagai Dewan Pengurus LPJKD Prop. DI Yogyakarta periode 2008 – 2012 yang selanjutnya dilantik oleh Pimpinan Sidang dan dikukuhkan oleh Dewan Pengurus LPJKN yang di wakili oleh Bapak Garwono Winardi Surarso.

Adapun Dewan Pengurus LPJKD Prop. DI Yogyakarta periode 2008 – 2012 selengkapnya adalah sebagai berikut :
PIMPINAN
1. Ketua Umum: Ir. Ilham Purnomo, MT.
2. Ketua Bidang Registrasi : Ir. H. Prijambodo, MT.
3. Ketua Bidang Diklat & Profesi : Ir. Toriq A. Guzdewan, MT.
4. Ketua Bidang Perusahaan : Ir. H. Supriyo, MM.
5. Ketua Bidang Arbitrase & Mediasi : HM. Soetartono, BE.
6. Sekretaris Umum : Ir. Joko Wuryantoro, MSi.
7. Sekretaris I : Ir. Ircham, MT.
8. Sekretaris II : Ir. Gendut Hantoro, MT.

ANGGOTA
1. Drs. H. Muslim, BE.
2. Ir. Sofyan Aziz, CES.
3. Ir. H. Tadjudin, MT.

...........selanjutnya

Mulai 5 Maret, Jembatan Krasak Barat Ditutup

(KR) - Mulai 5 Maret, jembatan Krasak Barat akan ditutup sementara terkait adanya perbaikan dan pembangunan ulang. Selanjutnya arus lalulintas dialihkan ke jembatan Krasak Timur yang dibuka dua arah. “Sebelum penutupan sementara, kami terus lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, pemda, pengelola pasar serta sosialisasi kepada masyarakat dan sopir angkot,” kata Tardi WE, Bagian Tata Usaha Dinas Pekerjaan Umum DIY, Sabtu (1/3). Perbaikan dan pembangunan jembatan Krasak Barat dijadwalkan berlangsung 240 hari dan berakhir pada 10 Oktober 2008. Perbaikan dan pembangunan yang dilaksanakan adalah dua bentang jembatan, yaitu satu bentang jembatan arah ke Yogya mengalami pergantian rangka baja dengan prestress dan bentang arah Magelang penggantian lantai jembatan. (Cdr)-n “Panjang total jembatan 220 meter,” kata Tardi yang didampingi Marjoto ST, pengawas lapangan.


Disebutkan, jalur arah dari Magelang ke Yogya akan terjadi penyempitan jalur. Lalulintas dari Turi ke arah Yogya atau Magelang dilewatkan jalur alternatif. Sedang angkutan umum Yogya-Tempel dialihkan lewat jalur bawah jembatan Krasak. Proses perbaikan dan pembangunan kembali jembatan Krasak dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Adhi Karya dan konsultan supervisi oleh PT Gatra Ciptatama dengan nilai kontrak Rp 8.789.835.000. Adapun pelaksanaan proyek berupa perkuatan pada abutment, pondasi bore pile pada pilar, gelagar pracetak bentang 39 meter sebanyak 15 buah, penggantian plat lantai jembatan arah Magelang dan pembongkaran jembatan rangka baja CH. (Cdr)-n

...........selanjutnya

KEBUTUHAN ASPAL BETON BINA MARGA MENCAPAI 15 JUTA TON

Kebutuhan aspal beton Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum untuk pembangunan jalan-jalan nasional di Indonesia tahun ini mencapai 15 juta ton. Demikian disampaikan Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Departemen PU Danis Sumadilaga usai acara Workshop Campuran Aspal Panas dengan pihak Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) di Gedung Departemen PU Jakarta, Selasa (26/2).


Dengan kebutuhan yang besar tersebut, pihaknya ingin mengetahui langsung dari AABI mengenai kualitas aspal dan ketersediaan pasokan (supply). ”Kita juga ingin tahu bagaimana mereka memproduksi kebutuhan aspal beton yang cukup besar tersebut. Sehingga workshop ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas atau mutu aspal” jelas Danis Sumadilaga.


Mutu aspal tentunya sangat terkait dengan kualitas jalan yang dibangun. Direktorat Bina Teknik Departemen PU sendiri telah memiliki standar spesifikasi campuran aspal yang digunakan untuk pembangunan jalan. Namun pada daerah tertentu karena faktor perbedaan karakteristik material maupun ketersediaan alat masih belum sama dengan standar spesifikasi aspal yang ada sehingga diperlukan spesifikasi berdasarkan regional.


Sementara itu Ditjen Bina Marga Hermanto Dardak dalam sambutanya mengatakan, tuntutan kualitas jalan untuk tidak mudah rusak oleh air menjadi tantangan kedepan. Secara teoritis, jalan dibuat dengan kemiringan 2-4 %, dan dilengkapi dengan drainase. Namun kenyataannya genangan air tetap dapat terjadi karena dipengaruhi oleh drainase lingkungan disekitarnya. “Musuh utama jalan adalah air, namun inilah tantangan kita. Oleh karena itu basic engginering yang kita miliki harus betul betul tertib kita laksanakan di semua level” terang Hermanto Dardak dihadapan para peserta yang berasal dari lingkungan Ditjen Bina Maraga dan Dinas Pekerjaan Umum. (gt) www.pu.go.id

...........selanjutnya

Penanganan Jalan Berlubang di Pantura

Departemen Pekerjaan umum segera melakukan penanganan darurat terhadap jalan berlubang di Pantai Utara Jawa akibat banjir. Saat ini terdapat sekitar 100 km jalan di Pantura dalam kondisi berlubang. Sebagai jalan nasional, kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya kemacetan hingga 34 km di Pantura. Adapun penanganan yang dilakukan pemerintah yakni dengan memperbaiki jalan yang berlubang tersebut agar jalan dapat berfungsi kembali. Demikian dikatakan Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak di TVRI, Senin (18/2).


“Upaya penanganan jalan berlubang yakni penanganan darurat dengan penutupan lubang. Yang penting ditangani secara fungsional terlebih dahulu agar masyarakat dapat menggunakan secepatnya” kata Hermanto Dardak.

Dalam penanganan darurat, Pemerintah pusat mengoptimalkan penanganannya agar kegiatan masyarakat tidak terhenti. Untuk itu terdapat dana darurat yang dialokasikan untuk penanganan yang bersifat darurat dengan pekerjaan perbaikan yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

Lebih lanjut Hermanto Dardak mengatakan, secara teknis, perbaikan dan penambalan jalan yang berlubang tidak dapat langsung dilakukan jika kondisi jalan masih tergenang air. Untuk melakukan perbaikan, jalur praktis ditutup dan dialihkan ke jalur alternatif seperti di Ngawi – Mantingan, Tuban dan Situbondo.

Dikatakannya, truk-truk yang melintas dengan beban berlebih dapat merusak jalan. Kondisi tersebut diperparah dengan genangan air. “Air dan banjir adalah musuh jalan” ujar Hermanto.
Di Cilincing sekitar 8000 peti kemas melintas, untuk itu permukaan jalan diganti dengan beton, memperlebar lajur dan meninggikan drainase. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai bulan Juni 2008. Oleh karena itu Departemen Pekerjaan Umum tetap mengajak Departemen Perhubungan dan Departemen Perindustian untuk dapat berkoordinasi guna menangani beban berlebih. (ind) www.pu.go.id

...........selanjutnya